Nim : 2013210090
Etika dan Filsafat Kepemimpinan, April 2014
1.
Seorang pemimpin boleh
berprestasi tinggi untuk dirinya sendiri, tetapi itu tidak memadai apabila ia
tidak berhasil menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri
para bawahannya. Dari begitu banyak definisi mengenai pemimpin, saya menyimpulkan bahwa pemimpin adalah orang yang mendapat amanah serta
memiliki sifat, sikap, dan gaya yang baik untuk mengurus atau mengatur orang
lain. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang
lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan
tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan,
mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Fungsi
pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi
yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan.
2.
Contoh yang saya
ambil yaitu dari seorang bos memberi teladan tentang arti sukses kepada bawahannya.
Alasan umum seseorang tidak berusaha keras dalam bekerja adalah karena mereka
tidak tahu persis tujuan mereka bekerja. Ketidakadaan tujuan dan arah sering
mematahkan motivasi kerja. Oleh sebab itu, seorang pemimpin yang baik adalah
pemimpin yang bisa memberi contohnya kesuksesan yang bisa diraih para
bawahannya.
3.
Usulan saya menjadi pemimpin itu, harus
bisa memimpin dirinya, memimpin keluarganya, kalau ini semua orang dipastikan
bisa, tetapi kalau sudah menjadi pemimpin suatu badan usaha atau suatu lembaga,
tidak semua orang bisa, apalagi kalau mau menjadi
pimpinan dari suatu wilayah, tidak semua orang bisa. Karena pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki
beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang
digunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat – sifatnya,
atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap
teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar