TUGAS MANDIRI
UJIAN TENGAH SEMESTER
"ADMINISTRASI
PERKANTORAN"
Nama : Rizal Aidi Mahardika
Prodi : Ilmu Administrasi Negara
Bagi seorang administrator publik
istilah Teori X, Teori Y dan Teori Z mungkin bukan sesuatu yang asing lagi. Cara
administrator publik memandang, motivasi staf dan orientasi mereka terhadap
kerja, sering dikaitkan dengan asumsi-asumsi dasar yang dibuat kalangan
eksekutif ini tentang manusia. Keyakinan yang dianut para administrator publik
tentang mengapa manusia bertindak atau berperilaku tertentu, seperti yang biasa
manusia itu lakukan, sering menentukan langkah-langkah yang dilakukan
administrator publik terhadap para karyawan.
Teori X
Pada tahun
1960, Douglas McGregor mengidentifikasikan dua sudut pandang, yang dianut dalam
tingkatan yang bervariasi oleh sebagian besar administrator publik. Dua sudut
pandang itu disebut Teori X dan Teori Y.
Teori X
memandang manusia sebagai pemalas, yang lebih suka diberi arahan secara detail
tentang apa yang harus dilakukan, menghindari tanggung jawab, memiliki sedikit
ambisi. Dan di atas semuanya, manusia menginginkan rasa aman.
Administrator
publik yang memandang stafnya seperti itu akan percaya, agar pekerjaan bisa
tuntas, karyawan harus dikontrol, dipaksa, diancam dengan disiplin, dan
dihukum.
*Jadi yang harus dilakukan
seorang “administrasi publik” menurut Teori X :
- 1. Seseorang harus rajin bekerja dan menghindari malasnya.
- 2 Seseorang harus mengontrol, mengarahkan, memaksa, dan mengancam karyawannya agar mereka bekerja ke arah tujuan-tujuan organisasi.
- 3. Seseorang harus selalu mengarahkan, untuk selalu bertanggung jawab, untuk memperoleh rasa aman. Mereka harus mempunyai banyak ambisi.
Teori Y
Teori Y
memandang secara berbeda. Teori ini memandang upaya fisik dan mental sebagai
bagian yang penting dan alamiah (natural) dari aktivitas manusia. Teori Y
mengasumsikan, orang akan melakukan control diri (self-control) dan mengarahkan
dirinya sendiri (self-direction), jika mereka berkomitmen pada tujuan-tujuan
pekerjaan mereka.
Teori Y muncul
dari hasil karya Elton Mayo (1953) dan rekan-rekannya, dan sering disebut
“pendekatan hubungan manusiawi” (human relations approach). Sudut pandang ini
menekankan pentingnya peran proses sosial di tempat kerja.
*Jadi yang harus dilakukan
seorang “administrasi publik” menurut Teori Y :
- 1. Seseorang harus mencari dan menerima tanggung jawab di bawah kondisi-kondisi yang menguntungkan (favorable).
- 2. Seseorang administrator memiliki kapasitas untuk menjadi inovatif, dalam memecahkan problem-problem organisasi.
- 3. Seseorang itu harus cemerlang, namun di bawah sebagian besar kondisi perusahaan, potensi mereka menjadi tidak termanfaatkan.
- 4. Seseorang secara internal termotivasi untuk mencapai tujuan-tujuan, terhadap mana mereka telah berkomitmen.
Teori Z
Pendekatan
ketiga, yang diusulkan oleh William Ouchi (1981), muncul dari hasil observasi
terhadap perbedaan-perbedaan, antara bekerja di perusahaan Jepang dan di
perusahaan Amerika Serikat. Teori Z menganggap, rasa aman (security) secara
khusus punya arti penting.
Teori Z juga
menekankan perkembangan hubungan kepercayaan (trust relationship) antara
pemimpin dan yang dipimpin. Penekanan itu didasarkan pada asumsi bahwa motivasi
orang pertama-tama bersifat internal. Namun, perasaan-perasaan itu harus
diperkuat oleh komitmen jelas terhadap karyawan dari pihak majikan/pimpinan.
Teori Z
melihat pengambilan keputusan kolektif dan tanggung jawab kelompok memberikan
dukungan sosial yang diperlukan bagi tercapainya kinerja puncak. Hal itu
terjadi lewat penciptaan rasa aman, yang memungkinkan para karyawan
membangkitkan ide-ide baru tanpa takut ditolak atau takut gagal.
*Jadi yang harus dilakukan
seorang “administrasi publik” menurut Teori Z :
- Berdasarkan pengamatan, jelas bahwa karyawan perusahaan informasi sangat beragam, dalam cara mereka bereaksi terhadap, dan perilaku mereka tentang, kerja. Ada perusahaan tertentu, yang mengikuti Teori X. Mereka memandang karyawannya kurang bermotivasi, atau setidaknya pihak administrator secara kaku mencoba mengontrol perilaku stafnya.
- Sebaliknya, administrator yang bijaksana percaya, penggunaan satu teori atau pendekatan tunggal saja adalah terlalu simplistis dan sering kontraproduktif. Tantangan bagi para pemimpin media ini adalah bagaimana belajar lebih banyak tentang karyawannya, dan mengetahui apa yang dianggap penting oleh karyawan-karyawan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar